service

MUSIC CONCERT ACHTIVATION LOUNCHING CORPORET EVENT GATHERING BOOTH GOVERMENT EVENT WEDDING ORGANIZER

Selasa, 06 Januari 2009

BRANGKAT KE PALESTINA JIHAD/BUNUH DIRI

Konflik palestina dan israel menjadi pemberitaan utama di hampir semua media, termasuk Indonesia. dan di sikapi beberapa organisasi massa dengan demo, mengecam, sampai berangkat perang.
yang menarik disini adalah beberapa masyarakat berangkat tuk membantu ber perang dengan alasan jihad, padahal jihad tidak harus perang tetapi di sesuikan dengan kondisi kemampuan seseorang.
jika kelompok2 ini berangkat ke palestin betapa konyolnya mereka, karena kelompok sipil ini tidak memiliki ketrampilan militer. anehnya lagi saat wawancara di salah satu televisi mereka menargetkan satu orang membunuh 2 orang pasukan israel, saat di tanya dengan cara apa mereka menjawab "di gorok pakai pedang".
jawaban inilah membuat saya tertawa dan juga kasihan, mengapa....???
kenapa tertawa kerena perang di sana pakai persenjataan modern dengan rudal yg di luncurkan dari jauh terus gimana cara mengoroknya wong mereka jauh sedangkan saat itu juga mereka di jatuhi bom kan aneh, kecuali perang di sana mengunakan cara2 tradional pada jaman 100 tahun yg lalu membunuh pasukan dengan cara mengorok masih di terima dengan akal, trs juga gimana kalau israel perang mengunakan pesawat tempur kan makin tidak rasional lagi, terus membunuh pasukan di atas pesawat terbang pakai di gorook...?
kenapa saya bersedih karena jika mereka jadi berangkat kesana dan sampai terbunuh sia-sia maka keluarga yang di rumah akan menjadi korban juga, terutama yg sudah punya istri dan anak, tantu secara ekonomi akan membuat mereka susah karena tulangpungung keluarga mati sia-sia ti palestin.
Kenapa dengan alasan jihad manusia tidak berfikir rasional, dan Agama yang di dalamnya mengajarkan hal-hal rasional jadi tidak rasional juga...

6 komentar:

Anonim mengatakan...

klo mo brngkt jgn lupa ngopi dl di cak ri boss.....

GRIYA COMMUNICATION mengatakan...

SIIP

Anonim mengatakan...

ganyang kanibal israel....!!!

beecomics mengatakan...

Lah itu lah lucunya bangsa kita...mungkin dengan santet kali mreka juga mau bunuh tentara istrael yang ada di pesawat :D

Anonim mengatakan...

kita semua tak akan keberatan jika mengatakan Israel sebagai negara penuh dengan jiwa bangsat. Tapi, tunggu dulu, saya sedang berkhayal jangan-jangan Israel adalah guru tempat sebagian pemimpin negeri ini belajar. Atau, lebih tepatnya, Israel adalah pengejewantahan keserakahan dan mungkin samar wajah kita ada di sana.

Mengumpati israel itu tentu pekerjaan gampang, mudah untuk dilakukan. tapi jujur, berjihad dan berperang saya masih kurang punya jiwa bonek.

Yang saya tahu, sudah sangat banyak korban yang relawan itu. Tapi Gaza dan Yerusalem tak pernah akur. semenjak terjadinya Deklarasi Balfour yang gila dan tak tahu malu itu.

kita semua mengetahui, mengajak israel berunding adalah pekerjaan setengah mati, apalagi diskusi. Selalu saja Israel mempunyai jargon tudingan balik, ini meningatkan saya tentang kampanye rasisme anti-semit itu.

Kadang kita tak jauh beda, tidak kalah ngototnya diajak diskusi, masih ngeyel menyiapkan argumen padahal jelas argumen itu sangat tidak berpondasi pada dasar masalah yang kuat, masih sering ngotot mempertahankan pendapat padahal jelas-jelas pendapat kita yang loyo. Tiap kali argumen itu tersudut dalam setiap polemik, kebanyakan dari kita membelokkan ke poin yang lain (hmm sepertinya ini sudah umum). dan sepertinya sedikit banyak ada cermin diri di sana.

Anonim mengatakan...

byuh.. komentarku kok sak postingan dhewe yo...
hehehehe...