Buruh dan pengusaha bak minyak dan air yang selalu tidak pernah ketemu, tetapi yang patut di catat konflik mereka ini menarik untuk di kaji dalam prospek ekonomi medern dimana terjadi penyempitan lalu lintas modal.
konflik buruh dan pengusaha karena belum tegasnya pemerintah mengambil jalan tengah dari kepentingan mereka, dimana buruh slalu berkepentingan dengan besarnya gaji karena merupakan pokok dari kebutuhan mereka sehari-hari.
sedangkan pengusaha slalu memposisikan buruh adalah salah satu variabel cost sehingga pengusaha dengan mati2an slalu menekan gaji buruh.
dari konflik kepentingan tersebut sebenarnya ada cara yang di gunakan yaitu penyertaan modal perusahaan oleh buruh, dan lagi2 disini di butuhkan aturan hukum yang benar2 konsisten oleh pemerintah.
penyertaan modal buruh ini bisa di cover melalui organisasi buruh setempat, syarat paling penting disini adalah keterbukaan keuangan perusahaan dan tentunya organisasi buruh benar2 faham akan keuangan.
dari mana uang yang di sertakan sebagai modal oleh buruh kepada perusahaan?.. penyertaan modal ini bisa melalui iuran bulan/pemotongan gaji tiap bulan/atau bisa juga melalui uang2 yang terkumpul di jamsostek selama ini.
dengan demikian buruh punya rasa memiliki sebuah perusahaan karena mereka sudah ikut penyertaan modal dlm perusahaan, yang lebih penting lagi terjadi tranparasi keuangan perusahaan sehingga salaing curiga mencurigai buruh dengan pengusaha dalam hal gaji bisa terhindari.
konflik buruh dan pengusaha karena belum tegasnya pemerintah mengambil jalan tengah dari kepentingan mereka, dimana buruh slalu berkepentingan dengan besarnya gaji karena merupakan pokok dari kebutuhan mereka sehari-hari.
sedangkan pengusaha slalu memposisikan buruh adalah salah satu variabel cost sehingga pengusaha dengan mati2an slalu menekan gaji buruh.
dari konflik kepentingan tersebut sebenarnya ada cara yang di gunakan yaitu penyertaan modal perusahaan oleh buruh, dan lagi2 disini di butuhkan aturan hukum yang benar2 konsisten oleh pemerintah.
penyertaan modal buruh ini bisa di cover melalui organisasi buruh setempat, syarat paling penting disini adalah keterbukaan keuangan perusahaan dan tentunya organisasi buruh benar2 faham akan keuangan.
dari mana uang yang di sertakan sebagai modal oleh buruh kepada perusahaan?.. penyertaan modal ini bisa melalui iuran bulan/pemotongan gaji tiap bulan/atau bisa juga melalui uang2 yang terkumpul di jamsostek selama ini.
dengan demikian buruh punya rasa memiliki sebuah perusahaan karena mereka sudah ikut penyertaan modal dlm perusahaan, yang lebih penting lagi terjadi tranparasi keuangan perusahaan sehingga salaing curiga mencurigai buruh dengan pengusaha dalam hal gaji bisa terhindari.
2 komentar:
Hm... saya pikir transparansi itu yang sepertinya adalah tembok besar tak tertembus oleh kaum buruh.
buruh memang variable cost, tapi hendaknya perusahaan memahami, bahwa buruh adalah aset terbesar bagi perusahaan.
apalagi jika kita bicara keranah hukum dan pemerintahan, untuk yg satu ini saya malah pesimis, apa yang terjadi sekarang(demo gaji, demo THR, dan yang terbaru adalah SKB) bukankah semua itu karena ketidak konsistenan pemerintah, kalo saya tidak boleh menyebutnya sebagai ketidak becusan yang keterlaluan
dengan masuknya buruh menjadi salah satu pemodal dalam setiap perusahaan tempat mereka bekerja secara otomatis transparasi perusahaan akan terbuka secara otomatis pula, karena aturan permodalan sudah tercantum.
dengan masuknya buruh menjadi pemodal, maka buruh bersama pengusaha akan melakukan penghematan terutama di pos biaya2 pungli yg menurut berbagai penelitian mencapai 20% dr cost produksi.
Posting Komentar